Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.

7 Cara Memeriksa Tangki Air Bocor Tanpa Alat Khusus & Penyebabnya

cara memeriksa tangki air bocor tanpa alat khusus

Table of Contents

Kebocoran pada tangki air sering menjadi sumber masalah di rumah, mulai dari pemborosan air, tagihan melonjak, hingga risiko kerusakan struktur bangunan. Kondisi tersebut sering tidak disadari sejak awal karena kebocoran kecil umumnya tidak langsung terlihat. 

Banyak orang baru sadar ketika lantai lembap, tekanan air melemah, atau kapan air di tangki cepat habis. 

Padahal, mendeteksi kebocoran sejak dini sangat membantu dalam menentukan langkah perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan memerlukan biaya tambahan. 

Memeriksa kondisi tangki sebenarnya tidak selalu membutuhkan alat khusus atau teknisi, selama memahami prosedur pengecekan yang tepat.

Bagaimana Cara Memeriksa Tangki Air Bocor Tanpa Alat Khusus?

Metode pengecekan kebocoran tangki air dapat dilakukan secara sederhana. Pendekatan praktis ini sering menjadi pilihan saat membutuhkan solusi darurat tangki air yang bocor atau ketika teknisi belum dapat dipanggil. 

Dengan pemahaman yang tepat, kebocoran kecil dapat teridentifikasi lebih cepat sehingga kerusakan tidak menyebar ke bagian tangki atau pipa lain.

Berikut metode pengecekannya:

1. Periksa Permukaan Luar Tangki Secara Menyeluruh

Langkah paling dasar adalah memeriksa seluruh permukaan luar tangki. Kebocoran sering terlihat dalam bentuk titik basah kecil, garis rembesan, tetesan air, atau noda mineral yang mengering. 

Perhatikan area yang sering terpapar sinar matahari, benturan, atau tekanan karena bagian tersebut cenderung lebih rentan mengalami keretakan. 

Jika tangki berada di area atap atau outdoor, pengecekan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore agar permukaan tangki tidak terlalu panas.

2. Amati Perubahan Permukaan Air di Dalam Tangki

Turunnya permukaan air tanpa penggunaan signifikan sering menjadi indikator kebocoran. Untuk memeriksa hal ini, isi tangki hingga penuh lalu tutup keran masuk. Setelah itu biarkan selama beberapa jam tanpa penggunaan air. 

Jika permukaan air turun cukup signifikan, kemungkinan besar terjadi kebocoran pada badan tangki atau sambungan pipa. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk kebocoran internal yang tidak tampak pada bagian luar.

Baca Juga: Cara Memeriksa Tangki Air Bocor

3. Periksa Bagian Sambungan dan Lubang Pipa

Kebocoran tangki tidak selalu berasal dari badan tangki. Sambungan pipa, seal, serta lubang inlet-outlet juga sering menjadi sumber masalah. 

Kebocoran di area sambungan biasanya menghasilkan tetesan kecil yang menetes ke bagian bawah. Pastikan kondisi gasket dan ring karet dalam keadaan baik serta tidak mengeras akibat panas. 

Jika ditemukan kebocoran di area sambungan, cukup perbaiki dengan memperketat fitting atau mengganti seal.

4. Perhatikan Bagian Dasar dan Bawah Tangki

Bagian dasar sering luput dari perhatian karena sulit terlihat, terutama jika tangki dipasang di platform. Kebocoran pada bagian dasar biasanya menghasilkan genangan kecil yang terus muncul meskipun lantai sudah dilap. 

Kebocoran jenis ini harus segera ditangani karena lubang kecil dapat membesar akibat tekanan air di dalam tangki.

5. Raba Permukaan Tangki untuk Mendeteksi Kelembapan

Kelembapan pada permukaan tangki sering menjadi tanda adanya rembesan halus yang sulit terlihat. 

Untuk memeriksanya, cukup gunakan tangan untuk meraba bagian yang dicurigai. Metode ini sangat efektif terutama saat kebocoran terjadi pada retakan mikro yang tidak memunculkan rembesan air secara jelas.

6. Cek Area Sekitar Tangki Air

Lingkungan sekitar tangki dapat memberikan petunjuk. Genangan air, lantai lembap, jamur, atau lumut di sekitar area pemasangan dapat menjadi sinyal adanya kebocoran. 

Pada pemasangan outdoor, tanah yang terlihat basah atau becek juga dapat menunjukkan kebocoran meskipun badan tangki terlihat kering.

7. Periksa Tangki saat Tidak Ada Pemakaian Air

Cara ini sering digunakan di rumah-rumah dengan sistem pompa otomatis. Matikan seluruh penggunaan air di dalam rumah lalu perhatikan apakah pompa menyala secara berkala. 

Jika pompa aktif berkali-kali meskipun tidak ada penggunaan air, kemungkinan terjadi kebocoran pada jalur instalasi atau tangki.

Baca Juga: Apakah Toren Air Bisa Ditambal? 

Apa Saja Penyebab Tangki Air Bocor?

Kebocoran pada tangki tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor pemicu yang dapat mempercepat terjadinya kerusakan:

1. Material Tangki Air Sudah Menipis

Tangki air berbahan tipis memiliki risiko retak, melengkung, dan aus lebih cepat. Penggunaan dalam jangka panjang dapat membuat dinding tangki melemah terutama pada bagian yang menerima tekanan air paling tinggi.

2. Paparan Panas dan Cuaca Ekstrem

Tangki yang diletakkan di atap atau outdoor akan terpapar panas matahari sepanjang hari. Suhu tinggi menyebabkan pemuaian material, sedangkan suhu malam yang lebih rendah memicu penyusutan. Siklus panas-dingin ini mempercepat penurunan kualitas material.

3. Pemasangan Tangki Air Tidak Tepat

Pemasangan di permukaan miring atau tidak rata dapat memberikan tekanan tidak merata pada dinding tangki. Tekanan yang tidak seimbang tersebut memicu retakan halus dan kebocoran pada bagian dasar.

4. Sambungan Pipa Longgar atau Retak

Koneksi pipa yang kurang rapat atau patah sering menjadi sumber rembesan. Hal ini sering terjadi pada instalasi yang tidak menggunakan seal atau fitting yang sesuai.

5. Tangki Air Sudah Berusia Lama

Tangki yang sudah dipakai bertahun-tahun mengalami penurunan kekuatan material. Usia pemakaian menjadi salah satu penyebab paling sering ditemui dalam kasus kebocoran.

Tips Mencegah Kebocoran Tangki Air Sejak Dini

Menghindari kebocoran jauh lebih baik daripada memperbaiki. Berikut langkah pencegahannya:

1. Gunakan Tangki Air Berkualitas dan Tebal

Tangki dengan material berkualitas memiliki struktur lebih kuat dan tidak mudah retak meskipun menahan tekanan air dalam jangka panjang.

2. Pastikan Pemasangan Dilakukan dengan Benar

Pemasangan yang tepat mengurangi risiko tekanan berlebih pada dinding tangki. Selain itu, instalasi pipa juga menjadi lebih aman dan tidak mudah bocor.

3. Hindari Penempatan Tangki di Permukaan Tidak Rata

Penempatan di area tidak stabil dapat menimbulkan tekanan yang memicu kerusakan. Platform yang kokoh sangat dianjurkan.

4. Lakukan Pengecekan dan Pembersihan Rutin

Pembersihan membantu menjaga kualitas air serta memastikan bagian pipa dan sambungan tetap berfungsi optimal.

5. Pilih Tangki Air dari Merek Tepercaya

Pemilihan produk dengan standar kualitas jelas dapat mengurangi risiko kerusakan lebih dini.

Baca Juga: Rekomendasi Tangki Air Lucky Polytank yang Bagus 

Pilih Tangki Air Lucky Polytank Untuk Mengatasi Masalah Bocor Pada Tangki Air 

Kebocoran tangki air dapat diidentifikasi tanpa alat khusus selama memahami prosedur pengecekan yang tepat. 

Deteksi dini membantu menghindari pemborosan air, menekan biaya perbaikan, serta menjaga instalasi tetap aman dan berfungsi optimal. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memilih produk berkualitas dan pemasangan yang tepat.

Untuk kebutuhan tangki air di rumah, gunakan Tangki Lucky Standar yang memiliki material tebal, kuat, serta didukung spesifikasi untuk penggunaan jangka panjang di berbagai kondisi. Tangki Lucky Standar menjadi solusi praktis bagi rumah hunian, ruko, hingga penggunaan komersial.

Untuk informasi produk dan pemesanan tangki air standar Lucky Polytank, kamu bisa langsung menghubungi tim Lucky Polytank melalui WhatsApp dan dapatkan rekomendasi tandon air yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Facebook
X
LinkedIn
Telegram

Artikel & Tips Lainnya

Scroll to Top