Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.

Cara Membuat Septic Tank Anti Penuh agar Tidak Mudah Mampet

cara membuat septic tank anti penuh

Table of Contents

Septic tank merupakan bagian penting dalam sistem sanitasi rumah tangga. Fungsinya adalah menampung dan mengolah limbah dari toilet sebelum dialirkan ke tanah melalui sistem resapan. Namun, banyak orang mengalami masalah septic tank yang cepat penuh sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Oleh karena itu, Lucky Polytank akan membantu kamu cara membuat septic tank anti penuh sejak tahap perencanaan agar sistem pengolahan limbah di rumah dapat bekerja lebih optimal.

Berapa Lama Septic Tank Penuh?

Banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama septic tank akan penuh setelah digunakan? Jawabannya tidak selalu sama karena tergantung pada beberapa faktor, seperti kapasitas tangki, jumlah penghuni rumah, serta intensitas penggunaan air dan toilet setiap hari.

Jika mengacu pada pedoman sanitasi yang berlaku di Indonesia, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017 dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, septic tank konvensional umumnya memerlukan proses pengurasan secara berkala. 

Dalam standar tersebut disebutkan bahwa pengurasan septic tank sebaiknya dilakukan minimal setiap 2 tahun sekali dan paling lama 5 tahun sekali, tergantung pada kondisi penggunaan.

Namun, jika septic tank dirancang dengan baik serta dilengkapi sistem pengolahan limbah yang optimal, kapasitas tangki dapat digunakan lebih lama tanpa cepat penuh.

Baca Juga: Kenapa Septic Tank Tidak Pernah Penuh? Ini Jawabannya!

Bagaimana Cara Membuat Septic Tank Anti Penuh?

Agar septic tank tidak cepat penuh, proses pembuatannya harus dirancang dengan tepat sejak awal. 

Berikut beberapa langkah penting dalam cara membuat septic tank anti penuh yang dapat kamu terapkan:

1. Menentukan Ukuran Septic Tank yang Sesuai

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menentukan kapasitas septic tank yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Ukuran tangki sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah serta volume limbah yang dihasilkan setiap hari.

Jika kapasitas tangki terlalu kecil, limbah akan cepat menumpuk sehingga septic tank lebih cepat penuh. Oleh karena itu, memilih ukuran tangki yang cukup besar dapat membantu meningkatkan efisiensi pengolahan limbah.

2. Membuat Dua Ruang atau Lebih di Dalam Tangki

Septic tank yang baik biasanya memiliki lebih dari satu ruang atau kompartemen. Ruang pertama berfungsi sebagai tempat pengendapan limbah padat, sedangkan ruang kedua berfungsi untuk proses penguraian sebelum air limbah dialirkan ke area resapan.

Sistem pembagian ruang ini membantu memisahkan limbah padat dan cair sehingga proses pengolahan menjadi lebih efektif.

3. Memasang Pipa Saluran dengan Kemiringan yang Tepat

Pemasangan pipa dari toilet menuju septic tank juga harus diperhatikan dengan baik. Pipa sebaiknya dipasang dengan kemiringan tertentu agar aliran limbah dapat bergerak secara alami tanpa hambatan.

Kemiringan pipa yang tepat membantu mencegah terjadinya endapan di dalam saluran pembuangan. Jika aliran limbah berjalan lancar, risiko septic tank cepat penuh juga dapat diminimalkan.

4. Membuat Sistem Resapan yang Efektif

Sistem resapan merupakan bagian penting dari septic tank. Setelah limbah mengalami proses penguraian di dalam tangki, air limbah akan dialirkan ke area resapan agar dapat diserap oleh tanah secara alami.

Jika sistem resapan tidak dibuat dengan baik, air limbah akan menumpuk di dalam tangki dan membuat septic tank cepat penuh. 

Oleh karena itu, desain area resapan harus memperhatikan kondisi tanah agar proses penyerapan dapat berjalan optimal.

5. Menambahkan Media Filter atau Biofilter

Penggunaan media filter di dalam septic tank dapat membantu meningkatkan proses penyaringan limbah. 

Media ini biasanya berupa material khusus yang memungkinkan bakteri pengurai berkembang dengan baik.

Dengan adanya biofilter, limbah organik dapat diuraikan lebih cepat sehingga jumlah endapan di dalam tangki menjadi lebih sedikit. Hal ini membantu menjaga kapasitas septic tank tetap optimal.

Baca Juga: Mengapa Desain Septic Tank Itu Penting?

6. Menyediakan Sistem Ventilasi

Proses penguraian limbah di dalam septic tank menghasilkan gas yang perlu dikeluarkan melalui ventilasi. Ventilasi berfungsi menjaga tekanan di dalam tangki tetap stabil serta mencegah terjadinya bau yang menyengat.

Selain itu, ventilasi juga membantu menjaga kondisi lingkungan di dalam tangki agar bakteri pengurai dapat bekerja dengan baik. Dengan proses penguraian yang optimal, limbah tidak akan menumpuk terlalu cepat.

Apa Penyebab Septic Tank Cepat Penuh?

Beberapa penyebab septic tank cepat penuh antara lain:

  1. Ukuran septic tank terlalu kecil sehingga kapasitasnya tidak sebanding dengan jumlah penghuni rumah dan volume limbah yang dihasilkan.
  2. Sistem resapan tidak bekerja optimal sehingga air limbah tidak dapat terserap dengan baik oleh tanah.
  3. Terlalu banyak limbah padat dibuang ke toilet, seperti tisu tebal, pembalut, popok, atau sampah plastik yang sulit terurai.
  4. Penggunaan air yang berlebihan dalam aktivitas rumah tangga sehingga volume limbah cair meningkat secara signifikan.
  5. Tidak pernah melakukan penyedotan septic tank dalam waktu lama sehingga endapan lumpur semakin menumpuk di dalam tangki.
  6. Desain septic tank kurang tepat, misalnya tidak memiliki sekat pemisah limbah atau sistem filtrasi yang baik.

Tanda-Tanda Septic Tank Cepat Penuh

Septic tank yang mulai penuh biasanya akan menunjukkan beberapa tanda yang dapat kamu perhatikan. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar masalah tidak semakin parah.

Beberapa tanda septic tank cepat penuh antara lain:

  • Muncul bau tidak sedap di area toilet atau sekitar septic tank
  • Air di toilet atau saluran pembuangan menjadi lambat mengalir
  • Terjadi genangan air di sekitar area septic tank atau resapan
  • Toilet sering mengalami penyumbatan meskipun jarang digunakan
  • Suara gelembung udara muncul dari saluran pembuangan

Jika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan besar septic tank sudah mulai penuh atau sistem resapannya tidak bekerja dengan baik.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Septic Tank Penuh dan Bahayanya

Tips Agar Septic Tank Tidak Cepat Penuh

Berikut beberapa tips sederhana yang dapat membantu menjaga septic tank tetap berfungsi dengan baik:

1. Kurangi Membuang Limbah Padat ke Toilet

Hindari membuang benda-benda padat ke dalam toilet seperti tisu tebal, pembalut, popok, atau sampah plastik. Benda-benda tersebut sulit terurai sehingga dapat menumpuk di dalam septic tank dan mempercepat proses penuh.

2. Gunakan Air Secukupnya

Penggunaan air yang berlebihan juga dapat meningkatkan volume limbah cair yang masuk ke septic tank. Oleh karena itu, gunakan air secara bijak agar beban pengolahan limbah di dalam tangki tidak terlalu besar.

3. Gunakan Bakteri Pengurai Limbah

Bakteri pengurai dapat membantu mempercepat proses penguraian limbah organik di dalam septic tank. Dengan proses penguraian yang lebih cepat, jumlah endapan lumpur di dalam tangki dapat berkurang.

4. Lakukan Penyedotan Secara Berkala

Meskipun septic tank telah dirancang dengan baik, penyedotan lumpur tetap perlu dilakukan secara berkala. Langkah ini membantu menjaga kapasitas tangki tetap optimal serta mencegah terjadinya penyumbatan pada sistem pembuangan.

tangki air Lucky Polytank

Gunakan Bio Septic Tank Modern agar Sistem Sanitasi Lebih Efisien!

Selain memahami cara membuat septic tank anti penuh, memilih sistem pengolahan limbah yang tepat juga sangat penting untuk menjaga sanitasi rumah tetap aman dan ramah lingkungan. 

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan bio septic tank modern yang dirancang dengan teknologi pengolahan limbah lebih efisien.

Bio septic tank Lucky Polytank merupakan solusi pengolahan limbah ramah lingkungan yang menggunakan sistem biofilter modern untuk membantu proses penguraian limbah secara alami. 

Teknologi ini memungkinkan bakteri pengurai bekerja lebih optimal sehingga air limbah yang dihasilkan menjadi lebih bersih tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. 

Selain itu, tangki ini dibuat dari material polyethylene berkualitas tinggi yang tahan terhadap tekanan tanah, cuaca ekstrem, dan korosi sehingga lebih awet dibandingkan septic tank konvensional.

Jika kamu ingin mendapatkan solusi sanitasi yang lebih efisien dan tahan lama, kamu bisa langsung menghubungi tim Lucky Polytank melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi produk dan rekomendasi kapasitas yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Facebook
X
LinkedIn
Telegram

Artikel & Tips Lainnya

Scroll to Top