Jangan panik jika tangki air terpapar abu vulkanik. Cara membersihkan tangki air setelah terkena abu vulkanik perlu dilakukan dengan tepat agar sisa abu tidak terus mengendap dan terbawa ke saluran air.
Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus sehingga dapat masuk melalui celah atau bagian tangki yang terbuka. Jika abu sudah masuk ke dalam tangki, air sebaiknya tidak langsung digunakan dan tangki perlu dikuras serta dibersihkan.
Apa yang Terjadi Jika Tangki Air Terkena Abu Vulkanik?
Abu vulkanik yang masuk ke dalam tangki dapat mengendap dan bercampur dengan air. Partikelnya yang halus juga dapat terbawa ke saluran air dan berpotensi menghambat pipa atau komponen penyalur air lainnya.
Paparan abu vulkanik juga perlu diperhatikan karena partikelnya dapat menjadi iritan bagi kulit dan mata.
Oleh karena itu, pembersihan tangki sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Jika paparan abu cukup berat atau pembersihan sulit dilakukan, pertimbangkan untuk menggunakan tenaga profesional.
Baca Juga: 6 Cara Menguras Tangki Air dengan Cepat dan Efisien
Bagaimana Cara Membersihkan Tangki Air Setelah Terkena Abu Vulkanik?
Jika abu sudah masuk ke dalam tangki, segera hentikan penggunaan air dan lakukan pembersihan. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
1. Kosongkan Air yang Terpapar Abu Vulkanik
Hentikan sementara semua penggunaan air dari tangki yang terkontaminasi. Kemudian, kuras air hingga tangki dalam kondisi kosong.
Air yang sudah tercampur abu sebaiknya tidak digunakan terlebih dahulu karena masih berpotensi mengandung partikel abu yang mengendap atau melayang di dalam air.
2. Kuras Sisa Endapan Abu di Dasar Tangki
Setelah sebagian besar air dikeluarkan, periksa bagian dasar tangki untuk melihat apakah masih terdapat endapan abu. Pastikan sisa air dan endapan tersebut ikut dikeluarkan.
Pada tangki konvensional, sisa air dapat dikeluarkan menggunakan ember jika tidak tersedia saluran kuras yang memadai.
Sementara itu, Lucky Polytank Easy Clean memiliki fitur mudah kuras dengan desain dasar yang mengerucut. Cukup buka keran kuras sehingga endapan di bagian dasar lebih mudah dikeluarkan.
3. Bersihkan Dinding dan Bagian Dalam Tangki
Setelah tangki kosong, bersihkan bagian dalam tangki untuk mengangkat sisa abu yang masih menempel pada dinding dan dasar tangki.
Gunakan air bersih dan kain microfiber atau alat pembersih yang sesuai untuk membersihkan permukaan bagian dalam. Hindari menggunakan cara yang justru membuat partikel abu kembali beterbangan.
4. Bilas Tangki hingga Bersih
Setelah seluruh bagian dalam dibersihkan, bilas tangki menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada sisa abu, lumpur, atau endapan yang masih tertinggal di dasar dan dinding tangki.
Air hasil pembilasan juga perlu dikeluarkan sepenuhnya sebelum tangki kembali digunakan.
5. Isi Kembali Tangki dengan Air Bersih
Jika tangki sudah bersih, isi kembali menggunakan air bersih. Sebelum menggunakannya, pastikan pipa, keran, pompa, dan komponen penyalur air lainnya juga tidak ikut terkontaminasi abu.
Jika abu sempat masuk ke dalam saluran air, komponen tersebut juga perlu diperiksa dan dibersihkan agar sisa abu tidak kembali mencemari air di dalam tangki.
Baca Juga: Kenapa Toren Cepat Berlumut? Ini Penyebab dan Solusinya
Kapan Tangki Air Perlu Dibersihkan Setelah Terkena Abu Vulkanik?
Tangki air sebaiknya diperiksa setelah terjadi paparan abu vulkanik, terutama jika tangki berada di area terbuka. Kamu tidak harus menunggu sampai endapan terlihat banyak untuk melakukan pemeriksaan.
Berikut beberapa kondisi yang menjadi tanda tangki perlu segera dibersihkan:
1. Setelah Abu Vulkanik Masuk ke Dalam Tangki
Jika abu vulkanik terlihat masuk ke dalam tangki, sebaiknya segera hentikan penggunaan air dan lakukan pengurasan.
Semakin lama abu berada di dalam tangki, semakin banyak partikel yang dapat mengendap di dasar dan berpotensi terbawa ke saluran air.
2. Ketika Air Mulai Keruh atau Mengandung Endapan
Air dapat terlihat keruh setelah beberapa waktu terpapar abu vulkanik. Partikel abu yang sangat halus juga dapat membuat endapan tidak langsung terlihat.
Jika air mulai berubah keruh atau terdapat endapan di dasar tangki, segera lakukan pemeriksaan dan pembersihan sebelum tangki kembali digunakan.
3. Setelah Tangki Terpapar Abu dalam Jumlah Banyak
Jika area sekitar tangki terkena abu vulkanik dalam jumlah banyak, lakukan pemeriksaan meskipun belum terlihat abu masuk ke dalam tangki.
Periksa bagian tutup, celah, lubang ventilasi, dan komponen lainnya yang berpotensi menjadi jalan masuk abu. Jika terdapat tanda kontaminasi, segera bersihkan tangki.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bau dari Dalam Tangki Air Rumah
Bagaimana Mencegah Tangki Air Kembali Terkena Abu Vulkanik?
Setelah tangki selesai dibersihkan, lakukan beberapa langkah untuk mengurangi kemungkinan abu kembali masuk ke dalam tangki.
1. Pastikan Tutup Tangki Selalu Tertutup Rapat
Gunakan tutup tangki yang kompatibel dengan produk dan pastikan terpasang dengan baik. Tutup yang rapat membantu mengurangi kemungkinan abu, debu, dan kotoran masuk ke dalam tangki.
2. Bersihkan Abu yang Menempel pada Bagian Luar Tangki
Jika abu menempel pada permukaan luar tangki, bersihkan menggunakan air. Hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena partikel halusnya dapat beterbangan dan menyebar ke area sekitar.
Lakukan pembersihan dengan hati-hati agar abu tidak kembali masuk melalui tutup atau celah tangki.
3. Periksa Celah dan Bagian Tangki yang Berpotensi Menjadi Jalan Masuk Abu
Selain tutup utama, periksa bagian lain seperti lubang ventilasi dan lubang untuk pelampung. Pastikan bagian-bagian tersebut memiliki perlindungan yang sesuai agar abu tidak mudah masuk ke dalam tangki.
4. Bersihkan Area di Sekitar Tangki Secara Berkala
Abu yang menumpuk di sekitar tangki dapat kembali terbawa angin atau air hujan. Karena itu, bersihkan area di sekitar tangki setelah paparan abu vulkanik berkurang.
Perhatikan juga bagian atas dan permukaan luar tangki agar tidak menjadi tempat penumpukan abu.

Pilih Tangki Air yang Mudah Dikuras untuk Perawatan Lebih Praktis
Jika tangki air terkena paparan abu vulkanik, segera kosongkan dan bersihkan tangki sebelum digunakan kembali.
Pastikan endapan abu di dalam tangki sudah dikeluarkan dan seluruh bagian dalam tangki telah dibilas dengan bersih.
Untuk memudahkan proses perawatan, Lucky Polytank Easy Clean dilengkapi fitur kaki dan sistem mudah kuras.
Bagian dasar tangki dirancang dengan bentuk cembung yang mengerucut sehingga endapan lebih mudah terkumpul menuju area pembuangan.
Dengan desain tersebut, proses pengurasan dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa perlu mengeluarkan sisa endapan secara manual menggunakan ember. Segera hubungi tim Lucky Polytank sekarang untuk informasi pemesanan!