Air keran yang mengeluarkan bau tidak sedap, terutama menyerupai bau bangkai, tentu dapat mengganggu kenyamanan saat digunakan. Sebenarnya, kenapa air keran bau bangkai bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan yang dilakukan lebih tepat.
Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, cara mengatasi, dan langkah pencegahannya berikut ini.
Kenapa Air Keran Bau Bangkai?
Bau bangkai pada air keran umumnya muncul akibat adanya senyawa tertentu atau aktivitas mikroorganisme di dalam sistem penyimpanan maupun distribusi air.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan:
1. Kandungan Hidrogen Sulfida (H₂S)
Salah satu penyebab paling umum adalah keberadaan gas hidrogen sulfida (H₂S).
Gas ini terbentuk secara alami akibat proses penguraian bahan organik di lingkungan yang minim oksigen, seperti pada beberapa sumber air tanah.
Air yang mengandung hidrogen sulfida sering kali memiliki aroma khas menyerupai telur busuk atau bau bangkai.
Intensitas baunya dapat berbeda-beda tergantung konsentrasi gas yang terkandung di dalam air.
2. Pertumbuhan Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob merupakan mikroorganisme yang dapat berkembang pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah, misalnya di dalam tangki air, pipa, atau sumber air yang jarang dibersihkan.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bau dari Dalam Tangki Air Rumah
Dalam proses metabolismenya, beberapa jenis bakteri menghasilkan senyawa sulfur yang memicu munculnya bau tidak sedap pada air.
3. Tangki Air yang Jarang Dibersihkan
Tangki air yang digunakan dalam waktu lama tanpa perawatan dapat menjadi tempat menumpuknya sedimen, biofilm, maupun kotoran lainnya.
Penumpukan tersebut dapat menurunkan kualitas air dan dalam kondisi tertentu memicu munculnya bau yang tidak sedap, terutama apabila disertai pertumbuhan mikroorganisme.
4. Penumpukan Biofilm di Dalam Pipa
Biofilm adalah lapisan tipis yang terbentuk dari kumpulan mikroorganisme dan menempel pada permukaan pipa atau tangki.
Selain memengaruhi kualitas air, biofilm juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang menghasilkan aroma tidak sedap apabila tidak dibersihkan secara berkala.
5. Reaksi pada Komponen Logam
Pada beberapa instalasi air, komponen logam yang telah mengalami korosi atau bereaksi dengan kandungan mineral tertentu dapat memengaruhi kualitas air, termasuk menyebabkan perubahan bau.
Meskipun tidak selalu menjadi penyebab utama, kondisi ini tetap perlu diperiksa apabila instalasi perpipaan telah digunakan dalam waktu yang lama.
6. Kontaminasi dari Sumber Air
Jika sumber air berasal dari sumur, bau bangkai juga dapat muncul akibat kontaminasi bahan organik, limbah, atau bangkai hewan yang masuk ke dalam sumber air.
Kondisi ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena dapat memengaruhi kualitas air secara keseluruhan.
Baca Juga: 6 Cara Menguras Tangki Air dengan Cepat dan Efisien
Apakah Air Keran Bau Bangkai Aman Digunakan?
Air yang mengeluarkan bau tidak sedap sebaiknya tidak langsung dianggap aman maupun berbahaya tanpa mengetahui penyebabnya.
Apabila bau berasal dari kandungan hidrogen sulfida dalam kadar tertentu, air mungkin masih dapat digunakan untuk beberapa keperluan nonkonsumsi setelah melalui penanganan yang sesuai.
Namun, apabila bau disebabkan oleh kontaminasi, pertumbuhan mikroorganisme, atau masalah pada sistem penyimpanan air, kualitas air perlu diperiksa lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya hindari menggunakan air yang berbau menyengat untuk diminum atau memasak hingga penyebabnya diketahui dan ditangani dengan tepat.
Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Bau pada Air Keran?
Sebelum menentukan solusi, kamu dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana berikut.
- Periksa apakah bau muncul di semua keran atau hanya pada titik tertentu untuk membantu mengidentifikasi sumber masalah.
- Cium aroma air setelah didiamkan beberapa saat karena perubahan aroma dapat memberikan petunjuk mengenai kandungan tertentu di dalam air.
- Periksa kondisi tangki air untuk memastikan tidak terdapat sedimen, lumut, maupun kotoran yang menumpuk.
- Amati kondisi instalasi perpipaan terutama apabila pipa sudah digunakan selama bertahun-tahun.
- Lakukan uji kualitas air apabila bau terus muncul dan penyebabnya belum dapat dipastikan.
Apa Dampak Air Keran yang Bau Bangkai?
Selain mengurangi kenyamanan, air yang berbau bangkai juga dapat menimbulkan beberapa dampak berikut.
- Mengurangi kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga.
- Menimbulkan rasa dan aroma yang tidak nyaman pada air.
- Berpotensi memengaruhi kebersihan sistem penyimpanan air apabila penyebabnya berasal dari biofilm atau bakteri.
- Meninggalkan bau pada peralatan sanitasi maupun perlengkapan rumah tangga.
- Menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan air sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mengatasi Air Keran Bau Bangkai
Setelah mengetahui penyebabnya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi bau pada air keran.
1. Bersihkan Tangki Air Secara Berkala
Tangki air yang bersih membantu mengurangi penumpukan sedimen, biofilm, maupun lumut yang dapat memengaruhi kualitas air.
Pembersihan tangki sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kondisi sumber air dan lingkungan sekitar.
2. Periksa dan Bersihkan Instalasi Pipa
Apabila bau berasal dari penumpukan biofilm atau kerak pada pipa, pembersihan instalasi dapat membantu mengurangi penyebab munculnya bau.
Jika terdapat bagian pipa yang sudah mengalami kerusakan atau korosi, penggantian komponen mungkin diperlukan.
3. Gunakan Sistem Filter Air
Filter air dapat membantu menyaring sedimen maupun kandungan tertentu sesuai jenis media filtrasi yang digunakan.
Pemilihan filter sebaiknya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kualitas air agar lebih efektif.
4. Lakukan Pengujian Kualitas Air
Apabila bau tetap muncul setelah tangki dan instalasi dibersihkan, lakukan pengujian kualitas air melalui laboratorium atau penyedia jasa yang kompeten.
Pengujian ini dapat membantu mengetahui apakah terdapat kandungan sulfur, mineral tertentu, maupun parameter lain yang memengaruhi kualitas air.
5. Periksa Sumber Air
Jika menggunakan air sumur, lakukan pemeriksaan terhadap kondisi sumur dan area di sekitarnya untuk memastikan tidak terdapat sumber kontaminasi yang memengaruhi kualitas air.
Baca Juga: Tandon Penuh Tapi Air Tidak Mengalir? Cek 8 Penyebabnya
Bagaimana Cara Mencegah Air Keran Bau Bangkai?
Menjaga kualitas air dapat dilakukan melalui perawatan rutin pada sistem penyimpanan dan distribusi air.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
- Membersihkan tangki air secara berkala.
- Memastikan penutup tangki selalu tertutup rapat.
- Melakukan pemeriksaan instalasi perpipaan secara rutin.
- Menggunakan sistem filtrasi sesuai karakteristik sumber air.
- Melakukan uji kualitas air apabila terjadi perubahan warna, bau, atau rasa yang tidak biasa.
Dengan melakukan perawatan secara konsisten, risiko munculnya bau tidak sedap pada air dapat dikurangi.

Pilih Tangki Air Berkualitas untuk Menjaga Kualitas Air Tetap Optimal
Menjawab pertanyaan kenapa air keran bau bangkai tidak selalu sederhana karena penyebabnya dapat berasal dari sumber air, instalasi perpipaan, maupun tangki penyimpanan.
Oleh sebab itu, selain melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, memilih tangki air berkualitas juga menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kualitas air tetap optimal.
Jika kamu sedang mencari tempat jual tandon air berkualitas, Lucky Polytank menyediakan berbagai pilihan tangki air yang dibuat menggunakan material polyethylene murni serta pigmen warna berkualitas tinggi sehingga warna tangki tetap cerah dan tidak mudah pudar meskipun digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, tangki air Lucky Polytank juga dilengkapi perlindungan UV yang membantu melindungi material dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sehingga tangki lebih tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan dapat digunakan untuk kebutuhan penyimpanan air sehari-hari.
Hubungi tim Lucky Polytank melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi selengkapnya!