Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.

3 Cara Menghilangkan Zat Kapur pada Air dengan Efektif

cara menghilangkan zat kapur pada air

Table of Contents

Cara menghilangkan zat kapur pada air sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang, asalkan tahu metode mana yang cocok dengan kondisi air di rumah masing-masing.

Saat air dengan kandungan mineral tinggi mengalami pemanasan, penguapan, atau perubahan tekanan, mineral terlarut seperti kalsium bikarbonat dan magnesium bikarbonat akan mengalami reaksi kimia menjadi senyawa yang tidak larut dalam air.

Senyawa ini kemudian mengendap dan menempel keras pada dinding pipa, dispenser air, keran air, hingga alat memasak, serta permukaan lainnya yang dikenal sebagai kerak kapur. Dampak yang ditimbulkan kerak ini adalah:

  • Menumpuk dan menyempitkan saluran pipa serta menghambat aliran air
  • Menurunkan efisiensi kerja dispenser serta meningkatkan konsumsi energi
  • Menyebabkan korosi dini, kebocoran, serta kerusakan pada peralatan
  • Mengganggu kualitas air dan proses produksi (untuk keperluan industri)

Karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan tingkat kesadahan air yang dihadapi, bukan asal pilih satu cara saja.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Air Kotor, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Bagaimana Cara Menghilangkan Zat Kapur pada Air?

Sebelum buru-buru beli alat mahal, ada baiknya kenali dulu opsi-opsi yang paling umum dipakai masyarakat Indonesia untuk mengatasi air berkapur. Beberapa cara berikut bisa jadi pertimbangan, mulai dari yang paling sederhana sampai yang butuh sedikit investasi.

1. Merebus Air

Cara paling klasik dan mudah dilakukan siapa saja adalah dengan merebus air hingga mendidih. Saat air dipanaskan, kandungan kalsium karbonat yang menjadi penyebab utama kesadahan akan mengendap di dasar panci atau ketel. Metode ini cocok untuk kebutuhan air minum harian dalam jumlah kecil, tapi kurang praktis kalau volume air yang perlu diolah cukup besar. Selain itu, endapan sisa rebusan tetap harus dibersihkan secara rutin agar tidak menumpuk dan mengeras di dasar wadah.

2. Menggunakan Filter Air

Opsi kedua yang lebih efisien untuk pemakaian jangka panjang adalah memasang filter air, baik yang berbasis resin penukar ion (ion exchange) maupun sistem reverse osmosis.

Filter jenis ini bekerja dengan menyaring partikel mineral penyebab kesadahan sebelum air digunakan, sehingga hasilnya lebih konsisten dibanding merebus. Meski begitu, filter air butuh perawatan berkala seperti penggantian media penyaring atau resin agar performanya tetap optimal dan tidak menurun seiring waktu.

3. Menggunakan Tangki Air Anti Bakteri

Cara ketiga yang sering luput dari perhatian adalah memperhatikan tangki air itu sendiri. Tangki air dengan lapisan anti bakteri membantu menjaga kualitas air agar tidak terkontaminasi mikroorganisme, sehingga air yang sudah diolah, terpisah dari kapur justru tidak tercemar ulang di dalam tangki.

Kombinasi antara metode penyaringan dan tangki air anti bakteri akan memberikan hasil air yang jauh lebih terjaga kualitasnya.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Air Tercemar yang Perlu Diwaspadai

Bagaimana Memilih Cara Menghilangkan Zat Kapur yang Tepat?

Tidak semua kondisi air membutuhkan metode pengolahan yang sama. Sebelum memilih cara, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Tingkat kesadahan air.
  • Kandungan mineral dalam air.
  • Jumlah air yang perlu diolah.
  • Tujuan penggunaan air.
  • Kapasitas dan perawatan alat yang digunakan.

Misalnya, untuk rumah tangga dengan kebutuhan air minum saja, merebus air mungkin sudah cukup. Namun untuk kebutuhan air sehari-hari dalam jumlah besar seperti mandi, mencuci, atau memasak, penggunaan filter air akan jauh lebih praktis dan hemat waktu dalam jangka panjang.

Bagaimana Mencegah Endapan Zat Kapur Menumpuk di Tangki Air?

Selain mengolah air dari sumbernya, kondisi tandon air juga berperan besar dalam mencegah endapan kapur menumpuk dan mengganggu kualitas air yang disimpan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga tangki air tetap dalam kondisi baik:

1. Bersihkan Tangki Air Secara Berkala

Endapan mineral akan tetap terbentuk seiring waktu meskipun air sudah diolah, terutama jika sumber air memang memiliki kadar kesadahan tinggi. Oleh karena itu, membersihkan tangki secara rutin, minimal setiap tiga hingga enam bulan sekali, penting dilakukan agar kerak tidak menumpuk dan mempengaruhi kebersihan air di dalamnya.

2. Pilih Tangki yang Mudah Dikuras

Desain tangki juga menentukan seberapa mudah proses pembersihan bisa dilakukan. Tangki dengan lubang kuras yang letaknya strategis akan memudahkan sisa endapan dan kotoran terbuang tuntas, tanpa harus membongkar seluruh instalasi pipa yang sudah terpasang.

Baca Juga: Kenapa Air Sumur Awalnya Jernih Terus Jadi Kuning?

3. Gunakan Tangki dengan Material yang Mudah Dibersihkan

Material dinding bagian dalam tangki turut mempengaruhi seberapa gampang kerak menempel. Tangki dengan permukaan dalam yang halus, licin dan tidak berpori cenderung lebih mudah dibersihkan dibanding tangki dengan permukaan kasar, karena sisa mineral tidak mudah menempel kuat pada dindingnya.

tangki air Lucky Polytank

Gunakan Tangki Air yang Mudah Dikuras untuk Perawatan Lebih Praktis

Mengolah air agar bebas dari zat kapur memang penting, tapi perawatan tangki air juga tidak boleh diabaikan supaya kualitas air yang sudah diolah tetap terjaga sampai digunakan.

Kalau proses pembersihan tangki di rumah masih terasa merepotkan, saatnya pertimbangkan tangki air dengan desain yang lebih mudah dikuras dan dirawat, seperti pilihan Tangki Air Easy Clean dari Lucky Polytank.

Dengan tangki yang tepat, urusan menjaga kebersihan air sehari-hari jadi jauh lebih ringan tanpa harus menguras banyak waktu dan tenaga.

Saatnya Gunakan Tangki Air Anti Bakteri yang Lebih Praktis.

Mengolah air agar bebas dari zat kapur memang penting, tapi perawatan tangki penampung juga tidak boleh diabaikan supaya kualitas air yang sudah diolah tetap terjaga sampai digunakan.

Kalau proses menguras dan membersihkan tangki di rumah masih terasa merepotkan, saatnya beralih ke tangki yang memang dirancang untuk memudahkan perawatan harian.

Tangki Easy Clean hadir dengan desain yang memudahkan proses pengurasan, sehingga sisa endapan tidak mudah menumpuk dan mengendap di dasar tangki. Material dinding bagian dalamnya juga dibuat halus, mulus dan licin, membuat proses pembersihan jadi lebih cepat tanpa perlu tenaga ekstra. Yuk, jaga kualitas air di rumah dengan tangki yang perawatannya lebih praktis. 

Tangki Air Anti Bakteri Lucky Polytank hadir dengan teknologi Sanitized dari Swiss dan konstruksi 5 lapisan untuk membantu menjaga kualitas air selama penyimpanan. 

Pilih kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu dan temukan informasi lengkapnya bersama Lucky Polytank.

Yuk, pilih Tangki Air Anti Bakteri Lucky Polytank untuk penyimpanan air yang lebih higienis dan tahan lama.

Hubungi Lucky Polytank melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi produk dan pilihan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Facebook
X
LinkedIn
Telegram

Artikel & Tips Lainnya

Scroll to Top