Cara menaikkan pH air sumur dapat dilakukan dengan beberapa metode, terutama jika air memiliki tingkat keasaman yang terlalu tinggi. Kondisi ini perlu diperhatikan karena pH air yang tidak ideal dapat memengaruhi kualitas air, instalasi perpipaan, hingga kenyamanan saat digunakan sehari-hari.
Menurut standar kualitas air yang berlaku, rentang pH 6,5–8,5 umumnya menjadi acuan untuk air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, simak cara selengkapnya di bawah ini.
Apa Penyebab pH Air Sumur Rendah?
Sebelum mengetahui cara menaikkan pH, penting untuk memahami penyebab air sumur menjadi terlalu asam.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik sumber air maupun perubahan kondisi lingkungan di sekitar sumur.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan pH air sumur rendah antara lain:
- Kandungan mineral dan zat kimia tertentu di dalam tanah yang terbawa ke sumber air.
- Air hujan yang bersifat sedikit asam dan meresap ke dalam tanah.
- Kontaminasi dari lingkungan yang dapat memengaruhi komposisi kimia air.
- Kondisi tanah di sekitar sumur yang memiliki karakteristik tertentu sehingga memengaruhi pH air.
- Perubahan kualitas sumber air akibat aktivitas di sekitar area sumur.
Baca Juga: Berapa pH Air yang Layak Diminum menurut WHO?
Bagaimana Cara Menaikkan pH Air Sumur?
Jika hasil pengecekan menunjukkan pH air sumur berada di bawah rentang ideal, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menaikkannya:
1. Gunakan Kapur untuk Menaikkan pH
Salah satu cara yang umum digunakan untuk meningkatkan pH air adalah menggunakan bahan berbasis kapur. Kapur dapat membantu menetralkan kondisi air yang terlalu asam sehingga nilai pH menjadi lebih tinggi.
Namun, penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jumlah kapur yang dibutuhkan bergantung pada tingkat keasaman dan volume air.
Setelah kapur ditambahkan, lakukan pengecekan pH kembali untuk memastikan nilainya sudah berada pada rentang yang sesuai. Hindari menambahkan kapur dalam jumlah berlebihan karena pH yang terlalu tinggi juga tidak ideal.
2. Gunakan Filter Air yang Sesuai
Filter air juga dapat menjadi bagian dari sistem pengolahan air sumur, terutama jika air memiliki kandungan tertentu yang memengaruhi kualitasnya.
Jenis filter yang digunakan perlu disesuaikan dengan masalah pada air. Misalnya, filter sediment dapat membantu menyaring partikel, sedangkan jenis media tertentu dapat digunakan untuk menangani kandungan mineral atau zat lain dalam air.
Sebelum memilih filter, sebaiknya lakukan pemeriksaan kualitas air terlebih dahulu. Dengan begitu, sistem filtrasi yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi air sumur.
Baca Juga: Ketahui pH Air PAM Sebelum Menggunakannya
3. Lakukan Aerasi pada Air
Aerasi merupakan proses memasukkan udara ke dalam air untuk membantu mengubah kondisi kimia tertentu di dalamnya.
Metode ini dapat digunakan sebagai bagian dari pengolahan air, terutama ketika air sumur memiliki masalah kualitas tertentu.
Namun, aerasi bukan solusi untuk semua kondisi air dengan pH rendah. Efektivitasnya bergantung pada penyebab perubahan pH dan kandungan air yang bersangkutan.
Jika pH air sumur sangat rendah atau kualitas air memiliki masalah lain, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum menentukan metode pengolahan.
4. Periksa dan Atasi Sumber Masalah pada Sumur
Jika pH air terus berada di bawah batas ideal, jangan hanya berfokus pada air yang sudah ditampung. Periksa juga kondisi sumber airnya.
Pastikan area di sekitar sumur tidak menjadi tempat masuknya limbah, bahan kimia, atau kontaminan lain.
Kondisi lingkungan sekitar dapat memengaruhi kualitas air yang meresap ke dalam tanah dan akhirnya masuk ke sumber air sumur.
Dengan mengetahui sumber masalahnya, kamu dapat menentukan penanganan yang lebih tepat dan mencegah pH kembali berubah.
Baca Juga: 5 Syarat Kimiawi Air Bersih yang Wajib Anda Ketahui!
Bagaimana Cara Mengecek pH Air Sumur?
Sebelum menaikkan pH air sumur, kamu perlu mengetahui nilai pH awalnya. Berikut ini cara mengecek pH air sumur:
1. Gunakan pH Meter
pH meter merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui nilai pH air secara langsung. Alat ini cocok digunakan jika kamu ingin melakukan pengecekan secara berkala.
Pastikan alat dikalibrasi dan digunakan sesuai petunjuk agar hasil pengukuran lebih akurat.
2. Gunakan Kertas Lakmus atau pH Strip
Kertas lakmus atau pH strip dapat menjadi pilihan sederhana untuk mengetahui apakah air cenderung asam, netral, atau basa.
Caranya cukup dengan mencelupkan strip ke dalam sampel air, kemudian mencocokkan perubahan warnanya dengan skala yang tersedia pada kemasan.
3. Lakukan Pengujian Kualitas Air
Jika air sumur akan digunakan untuk kebutuhan penting, terutama konsumsi, pemeriksaan laboratorium dapat memberikan informasi yang lebih lengkap.
Selain pH, pengujian dapat membantu mengetahui kandungan lain dalam air sehingga metode pengolahan yang dipilih tidak hanya berdasarkan perkiraan.
Apa Dampak Jika pH Air Sumur Terlalu Rendah?
Air dengan pH yang terlalu rendah menunjukkan kondisi yang lebih asam. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah pada penggunaan air maupun sistem distribusinya.
Beberapa dampaknya antara lain:
- Memicu korosi pada pipa dan komponen berbahan logam.
- Memengaruhi kinerja beberapa komponen instalasi air.
- Menimbulkan perubahan pada karakteristik air, seperti rasa atau bau tertentu.
- Memengaruhi kenyamanan kulit pada sebagian orang saat digunakan untuk mandi.
- Menunjukkan adanya perubahan kondisi kimia air yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Karena itu, jangan hanya melihat air dari warna atau kejernihannya. Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki pH yang ideal.
Baca Juga: Standar Baku Mutu Air Bersih Menurut Aturan Pemerintah
Bagaimana Cara Menjaga pH Air Sumur Tetap Stabil?
Setelah pH air berhasil disesuaikan, langkah berikutnya adalah menjaga agar kualitas air tidak mudah berubah.
1. Bersihkan Tangki Air Secara Berkala
Kotoran, lumpur, lumut, daun, atau serangga yang masuk ke dalam tangki dapat memengaruhi kondisi air. Karena itu, lakukan pengurasan dan pembersihan tangki secara berkala.
2. Pastikan Tangki Tertutup Rapat
Tutup tangki yang rapat membantu mencegah debu, serangga, daun, dan air hujan masuk ke dalam tempat penyimpanan.
Hal ini juga penting jika kamu ingin menjaga kondisi air setelah melalui proses pengolahan.
3. Hindari Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Paparan sinar matahari secara langsung dapat meningkatkan suhu di dalam tangki dan mendukung pertumbuhan organisme tertentu jika kondisi lainnya memungkinkan.
Karena itu, posisi dan jenis tangki perlu diperhatikan agar air tidak terus-menerus terpapar lingkungan luar.
4. Periksa pH Air Secara Berkala
Jika air sumur memiliki riwayat pH yang tidak stabil, lakukan pengecekan secara berkala. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui perubahan pH lebih awal dan menentukan tindakan yang diperlukan.
5. Perhatikan Kondisi Sumber Air
Menjaga kualitas air tidak hanya dilakukan setelah air masuk ke tangki. Kondisi sumur dan lingkungan di sekitarnya juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi sumber kontaminasi.
Tangki berperan penting dalam menjaga air yang sudah diolah agar tetap terlindungi selama penyimpanan.
Tangki yang berada di dalam tanah juga dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap sinar matahari dan lingkungan luar.
Oleh karena itu, selain memperhatikan cara menaikkan pH air sumur, kamu juga perlu memilih tempat penyimpanan yang sesuai.

Gunakan Tangki Air Tanam untuk Penyimpanan Air yang Lebih Terlindungi
Jika kamu membutuhkan tempat penyimpanan air tanpa mengurangi area di permukaan, Tangki Air Tanam dari Lucky Polytank dapat menjadi pilihan.
Tangki ini dibuat menggunakan material polyethylene (PE) murni berkualitas tinggi dengan struktur yang kuat untuk menahan tekanan air dan tekanan tanah saat ditanam di bawah permukaan.
Penempatannya di dalam tanah juga membantu melindungi air dari paparan sinar matahari secara langsung. Dengan desain tersebut, tangki tanam dapat menjadi solusi penyimpanan air yang lebih rapi sekaligus membantu menjaga kondisi air selama berada di dalam tangki.
Namun, perlu diingat bahwa tangki tanam tetap perlu dibersihkan secara berkala untuk menjaga kebersihan air di dalamnya.
Hubungi Lucky Polytank melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi produk dan pilihan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhanmu.