Cara tes air sumur dengan teh dapat dilakukan sebagai pemeriksaan sederhana untuk mengetahui indikasi kandungan zat besi dalam air. Metode ini memanfaatkan sifat tanin pada teh yang dapat bereaksi dengan zat besi sehingga menyebabkan perubahan warna pada air.
Meski begitu, tes menggunakan teh hanya dapat menjadi pemeriksaan awal, bukan pengganti pengujian kualitas air di laboratorium. Cek cara selengkapnya berikut ini!
Cara Tes Air Sumur dengan Teh
Teh dapat digunakan sebagai bahan sederhana untuk melihat indikasi kandungan zat besi dalam air sumur. Cara ini cukup mudah dilakukan di rumah tanpa membutuhkan peralatan khusus.
Berikut cara tes air sumur dengan teh yang bisa kamu lakukan:
1. Siapkan Air Sumur dan Teh
Ambil satu gelas air sumur yang ingin kamu periksa. Sebaiknya gunakan air yang belum dicampur dengan bahan lain agar hasil pengamatan tidak terpengaruh.
Siapkan juga teh yang sudah diseduh. Teh hitam dapat digunakan karena mengandung tanin yang dapat berinteraksi dengan zat besi.
2. Campurkan Teh ke dalam Air Sumur
Masukkan teh yang sudah diseduh ke dalam segelas air sumur. Aduk secara perlahan agar teh tercampur dengan air secara merata.
3. Diamkan Beberapa Saat
Setelah tercampur, diamkan air selama beberapa saat. Perhatikan perubahan warna yang terjadi setelah teh bereaksi dengan kandungan mineral dalam air.
4. Amati Perubahan Warna Air
Jika air berubah menjadi cokelat gelap hingga hitam pekat, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya kandungan zat besi yang cukup tinggi.
Namun, hasil tes ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui kadar zat besi secara pasti. Jika kamu membutuhkan hasil yang lebih akurat, air sebaiknya diuji menggunakan pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Air Sumur Bersih yang Aman Digunakan
Mengapa Teh Bisa Digunakan untuk Mengecek Zat Besi dalam Air?
Teh mengandung tanin, yaitu senyawa yang dapat berinteraksi dengan ion besi. Ketika tanin bertemu dengan zat besi dalam air, dapat terjadi perubahan warna yang lebih gelap.
Oleh karena itu, perubahan warna setelah teh dicampurkan ke air sumur dapat digunakan sebagai indikasi awal adanya kandungan besi.
Air dengan kandungan besi tinggi juga dapat menimbulkan beberapa masalah dalam penggunaan sehari-hari, seperti:
- Menimbulkan rasa atau aroma seperti logam.
- Memengaruhi cita rasa makanan dan minuman.
- Meninggalkan noda kecokelatan pada pakaian.
- Menodai peralatan dapur atau permukaan tertentu.
- Meninggalkan endapan pada wadah penyimpanan air.
Jika hasil pemeriksaan sederhana menunjukkan adanya indikasi zat besi, sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi air secara lebih akurat.
Baca Juga: 8 Perbedaan Air PAM dan Air Sumur Bor, Mana Lebih Baik?
Cara Mengecek Kualitas Air Bersih Selain dengan Teh
Tes menggunakan teh hanya dapat memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan kandungan zat besi.
Untuk mengetahui kualitas air secara lebih menyeluruh, kamu juga bisa melakukan beberapa pemeriksaan sederhana lainnya:
1. Periksa Warna Air
Tuangkan air sumur ke dalam gelas bening, kemudian amati warnanya di bawah pencahayaan yang cukup.
Air yang tampak jernih umumnya lebih baik secara visual dibandingkan air yang berwarna kuning, kecokelatan, atau keruh. Namun, air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kontaminan yang tidak dapat dilihat secara langsung.
2. Perhatikan Bau Air
Cium aroma air setelah dituangkan ke dalam wadah bersih. Air yang memiliki bau menyengat, seperti bau telur busuk, logam, atau bau tidak biasa, perlu diperiksa lebih lanjut.
Perubahan aroma dapat menjadi salah satu tanda adanya zat tertentu dalam air.
3. Amati Endapan Setelah Air Didiamkan
Masukkan air ke dalam gelas atau wadah transparan, kemudian diamkan selama beberapa waktu.
Perhatikan apakah terdapat partikel atau endapan yang terkumpul di bagian bawah. Endapan dapat berasal dari berbagai mineral atau partikel dalam air, sehingga pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Cek Tingkat Kekeruhan Air
Kekeruhan dapat diamati secara sederhana dengan melihat seberapa jelas objek di balik wadah berisi air.
Air yang sangat keruh dapat mengindikasikan adanya partikel tersuspensi. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan secara pasti, diperlukan alat pengukuran khusus.
5. Gunakan Alat Tes Kualitas Air
Untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih terukur, kamu dapat menggunakan alat tes air sesuai parameter yang ingin diperiksa. Misalnya, alat untuk mengukur pH, TDS, atau tingkat kesadahan air.
Namun, alat sederhana tersebut tetap memiliki keterbatasan. Jika air akan digunakan sebagai sumber air minum atau terdapat indikasi pencemaran, pengujian laboratorium lebih disarankan.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Sumur Air Bor yang Bagus dan Sehat
Bagaimana Cara Menjaga Kualitas Air Sumur di Dalam Tandon?
Setelah mengetahui kondisi air sumur, jangan lupa memperhatikan tempat penyimpanannya. Tandon air yang digunakan untuk menyimpan air perlu dijaga kebersihannya agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Beberapa cara menjaga kualitas air sumur yang bisa kamu lakukan antara lain:
- Membersihkan tandon secara berkala.
- Menutup tandon dengan rapat agar tidak mudah dimasuki kotoran.
- Menghindari paparan langsung dari lingkungan sekitar.
- Memeriksa kondisi bagian dalam tandon secara berkala.
- Memilih tandon dengan material dan teknologi yang mendukung penyimpanan air secara higienis.
Perlu dipahami bahwa tandon air tidak berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau menggantikan proses pengolahan air. Fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan air yang perlu dijaga kebersihan dan kondisinya.

Gunakan Tandon Air Anti Bakteri untuk Penyimpanan Air yang Lebih Higienis
Kalau kamu sedang mencari tandon air anti bakteri untuk menyimpan air sumur, Lucky Polytank bisa menjadi salah satu pilihan.
Tangki ini dilengkapi teknologi Sanitized dari Swiss yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri pada permukaan tangki sehingga kebersihan air selama penyimpanan dapat lebih terjaga.
Lucky Polytank juga menggunakan 5 lapisan pada dinding tangki yang dirancang untuk memberikan perlindungan dan daya tahan dalam penggunaan jangka panjang.
Dengan memilih tandon yang tepat dan melakukan perawatan secara berkala, penyimpanan air sumur dapat dilakukan dengan lebih higienis.
Yuk, hubungi Lucky Polytank melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan tandon air anti bakteri yang sesuai dengan kebutuhan kamu.