Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.

Air PDAM Kecil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

air pdam kecil

Table of Contents

Air PDAM kecil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan pada jaringan distribusi, peningkatan penggunaan air pada jam tertentu, hingga masalah pada instalasi air di rumah. Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika kebutuhan air cukup banyak.

Sebelum menentukan solusi, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu sumber masalahnya. Dengan begitu, penanganannya dapat dilakukan sesuai dengan kondisi yang menyebabkan aliran air menjadi kecil.

Kenapa Air PDAM Kecil dan Tidak Stabil?

Tekanan air PDAM yang kecil tidak selalu disebabkan oleh masalah pada jaringan PDAM. Kondisi instalasi di dalam rumah juga dapat memengaruhi seberapa besar aliran air yang sampai ke keran atau titik penggunaan.

Berikut beberapa penyebab yang perlu kamu perhatikan:

1. Tekanan Air dari Jaringan PDAM Rendah

Tekanan dari jaringan distribusi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kuat atau lemahnya aliran air PDAM. Setiap wilayah memiliki kondisi jaringan distribusi yang berbeda sehingga tekanan air yang diterima setiap rumah juga dapat berbeda.

Rumah yang berada cukup jauh dari fasilitas distribusi, berada di area dengan kapasitas jaringan terbatas, atau memiliki posisi yang lebih tinggi dapat menerima tekanan air yang lebih rendah.

2. Penggunaan Air Meningkat pada Waktu Tertentu

Tekanan air dapat menurun pada waktu-waktu tertentu ketika penggunaan air di suatu wilayah meningkat. Misalnya pada pagi dan sore hari ketika banyak orang mandi, mencuci, memasak, atau menggunakan toilet.

Jika banyak rumah menggunakan air secara bersamaan, kebutuhan air pada jaringan meningkat dan tekanan yang diterima di beberapa titik dapat menjadi lebih rendah.

Baca Juga: 12 Penyebab Mengapa Air Jadi Kecil Saat Dipakai Bersama

3. Pipa Distribusi Mengalami Gangguan

Pekerjaan perbaikan, kebocoran, atau kerusakan pada jaringan distribusi dapat memengaruhi tekanan air yang diterima rumah. Jika air tiba-tiba menjadi kecil dan rumah di sekitar juga mengalami kondisi serupa, kemungkinan gangguan berasal dari jaringan PDAM.

Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan dari pihak PDAM diperlukan untuk mengetahui masalah pada jaringan distribusi.

4. Pipa Instalasi Rumah Tersumbat atau Kotor

Masalah juga dapat berasal dari pipa instalasi di dalam rumah. Endapan pasir, karat, mineral, atau kotoran yang menumpuk dapat mempersempit jalur aliran sehingga debit air berkurang.

Jika air hanya kecil pada satu atau beberapa titik penggunaan, kemungkinan masalah berada pada pipa atau komponen penyalur di rumah, bukan pada jaringan PDAM secara keseluruhan.

5. Instalasi Pipa Rumah Tidak Tepat

Pemasangan pipa yang kurang sesuai juga dapat memengaruhi kelancaran aliran air. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain ukuran diameter pipa, panjang jalur, jumlah belokan, dan konfigurasi instalasi.

Jalur pipa yang terlalu panjang atau memiliki terlalu banyak belokan dapat menambah hambatan pada aliran sehingga tekanan yang sampai ke titik penggunaan menjadi lebih rendah.

6. Posisi Rumah dan Titik Pemakaian Memengaruhi Tekanan

Ketinggian dan jarak titik penggunaan dari sumber air juga berpengaruh terhadap tekanan. Titik penggunaan yang berada lebih tinggi membutuhkan tekanan yang cukup agar air dapat mengalir dengan baik.

Semakin jauh air harus mengalir melalui pipa, semakin besar pula kehilangan tekanan akibat gesekan di sepanjang jalur. Karena itu, sistem penampungan dan distribusi air perlu dirancang sesuai dengan kondisi rumah.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Air PDAM Kecil di Rumah?

Setelah mengetahui berbagai kemungkinan penyebabnya, kamu dapat melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui sumber masalahnya.

1. Cek Aliran pada Beberapa Keran

Nyalakan beberapa keran di rumah secara bergantian dan bandingkan alirannya. Jika hampir semua keran memiliki tekanan yang kecil, kemungkinan masalah berasal dari suplai air atau sistem distribusi utama.

Sebaliknya, jika hanya satu atau beberapa titik yang mengalami aliran kecil, periksa pipa instalasi dan komponen penyalur menuju titik tersebut.

2. Bandingkan Aliran pada Waktu yang Berbeda

Coba periksa tekanan air pada pagi, siang, dan malam hari. Jika aliran cenderung mengecil pada waktu tertentu, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya penggunaan air pada jaringan PDAM.

Perbandingan ini dapat membantu kamu mengetahui apakah masalah terjadi sepanjang hari atau hanya pada jam tertentu.

3. Periksa Kondisi Pipa dan Sambungan

Periksa pipa dan sambungan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran, kerusakan, atau penyumbatan. Kebocoran dapat menyebabkan air keluar sebelum mencapai titik penggunaan, sedangkan endapan dapat menghambat jalur aliran.

Pastikan instalasi menggunakan pipa berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan sistem distribusi air.

4. Cek Keran, Valve, dan Filter Air

Jangan hanya memeriksa pipa. Keran, valve, dan filter air juga dapat menjadi penyebab aliran air mengecil.

Filter yang terlalu kotor dapat menghambat aliran, sementara keran atau valve yang bermasalah dapat membatasi jumlah air yang keluar. Bersihkan atau periksa komponen tersebut jika ditemukan penurunan aliran pada titik tertentu.

5. Hubungi PDAM Jika Tekanan dari Jaringan Bermasalah

Jika instalasi rumah sudah diperiksa dan tidak ditemukan masalah, kemungkinan gangguan berasal dari jaringan PDAM.

Kamu dapat menghubungi PDAM setempat untuk memastikan apakah sedang terjadi gangguan, perbaikan jaringan, atau penurunan tekanan di wilayah tempat tinggalmu.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sumur Bor Kering dan Solusi untuk Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Air PDAM Kecil?

Cara mengatasi air PDAM kecil perlu disesuaikan dengan sumber masalahnya. Jika masalah berasal dari instalasi rumah, perbaiki komponen yang bermasalah. 

Sementara jika tekanan memang rendah dari jaringan, sistem penampungan dapat membantu menyediakan cadangan air.

1. Bersihkan Pipa dan Komponen Instalasi

Kotoran dan endapan di dalam pipa dapat menghambat aliran air. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan pada pipa, filter, serta komponen lain yang berpotensi mengalami penumpukan kotoran.

Shower head dan filter air juga perlu dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi titik penyumbatan.

2. Perbaiki atau Ganti Pipa yang Bermasalah

Jika pipa mengalami kebocoran atau kerusakan pada bagian tertentu, segera lakukan perbaikan. Namun, apabila kondisi pipa sudah terlalu tua atau kerusakannya cukup parah, penggantian pipa dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Pastikan ukuran pipa yang digunakan sesuai dengan kebutuhan debit dan sistem distribusi air di rumah.

3. Gunakan Pompa Booster Sesuai Kebutuhan

Jika tekanan air menuju titik penggunaan masih kurang, terutama pada lantai yang lebih tinggi, penggunaan booster pump dapat membantu meningkatkan tekanan aliran.

Pemilihan booster pump perlu disesuaikan dengan kebutuhan rumah, jumlah titik air, dan konfigurasi instalasi agar tidak membebani sistem.

4. Atur Penggunaan Air pada Jam Sibuk

Jika tekanan PDAM menurun pada waktu tertentu, kamu dapat mengatur penggunaan air agar tidak terlalu banyak titik digunakan secara bersamaan.

Cara ini memang tidak meningkatkan tekanan dari jaringan PDAM, tetapi dapat membantu mengurangi kebutuhan air pada satu waktu sehingga penggunaan air di rumah menjadi lebih teratur.

5. Gunakan Tangki Air sebagai Tempat Penampungan

Tangki air dapat digunakan untuk menampung air dari PDAM sehingga kamu memiliki persediaan air ketika tekanan atau pasokan dari jaringan sedang menurun.

Air yang sudah ditampung kemudian dapat didistribusikan ke titik penggunaan menggunakan sistem gravitasi atau pompa sesuai dengan kebutuhan instalasi rumah.

Dengan adanya tempat penyimpanan, kamu tidak sepenuhnya bergantung pada aliran PDAM secara langsung setiap kali membutuhkan air.

Mengapa Tangki Air Membantu Mengatasi Masalah Air PDAM Kecil?

Tangki air tidak secara langsung meningkatkan tekanan dari jaringan PDAM. Namun, keberadaannya dapat membantu menyediakan cadangan air ketika suplai dari jaringan sedang kecil atau tidak stabil.

Berikut beberapa manfaat penggunaan tangki air di rumah.

1. Menyediakan Cadangan Air Saat Aliran PDAM Kecil

Air yang ditampung di dalam tangki dapat menjadi persediaan ketika aliran PDAM sedang kecil. Jumlah cadangan yang tersedia bergantung pada kapasitas tangki dan kebutuhan penggunaan air di rumah.

Karena itu, pilih kapasitas tangki berdasarkan jumlah penghuni dan kebutuhan air sehari-hari.

2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Air Saat Tekanan Menurun

Ketika tekanan PDAM menurun, air yang sudah tersedia di dalam tangki tetap dapat digunakan untuk kebutuhan seperti mandi, memasak, mencuci, dan sanitasi.

Sistem distribusi setelah tangki dapat menggunakan gravitasi atau pompa agar air dapat mencapai titik penggunaan sesuai kebutuhan.

3. Memudahkan Pengaturan Distribusi Air di Rumah

Dengan tangki sebagai titik penampungan, distribusi air dapat diatur dari satu sumber penyimpanan menuju berbagai titik penggunaan.

Hal ini juga memudahkan kamu dalam memperkirakan persediaan air dan menyesuaikan kapasitas tangki dengan kebutuhan rumah.

4. Mengurangi Ketergantungan pada Aliran PDAM Secara Langsung

Tanpa tempat penampungan, kebutuhan air sangat bergantung pada kondisi suplai PDAM saat itu. Dengan tangki, sebagian kebutuhan dapat dipenuhi dari air yang telah ditampung sebelumnya.

Namun, cadangan air tetap perlu dikelola dengan baik agar jumlahnya mencukupi saat terjadi penurunan tekanan atau gangguan pasokan.

Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Tekanan Air Toren dengan Mudah

5. Membantu Menjaga Ketersediaan Air untuk Kebutuhan Harian

Memiliki persediaan air membuat kamu dapat mengantisipasi kondisi ketika aliran PDAM tidak sesuai kebutuhan. Kapasitas tangki dapat dipilih berdasarkan jumlah penghuni, pola penggunaan, dan kebutuhan air di rumah.

Dengan perencanaan yang tepat, tangki dapat menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air rumah tangga.

tangki air Lucky Polytank

Pilih Tangki Air Standar untuk Menunjang Ketersediaan Air di Rumah

Air PDAM yang kecil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari jaringan distribusi maupun instalasi air di rumah. Karena itu, periksa sumber masalah terlebih dahulu sebelum menentukan solusi, mulai dari kondisi pipa, filter, keran, pompa, hingga tekanan dari jaringan PDAM.

Jika kamu membutuhkan tempat untuk menampung persediaan air, tangki air standar dari Lucky Polytank dapat menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan rumah tangga.

Dengan adanya tangki air, kamu dapat memiliki cadangan air yang bisa digunakan ketika aliran PDAM sedang kecil atau tidak stabil. 

Pilih kapasitas tangki sesuai dengan jumlah penghuni dan kebutuhan air di rumah agar persediaan dapat dikelola dengan lebih optimal. Hubungi tim Lucky Poytank melalui WhatsApp sekarang!

Facebook
X
LinkedIn
Telegram

Artikel & Tips Lainnya

Scroll to Top