Tangki air merupakan elemen penting dalam penyediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, kondisi penyimpanan yang lembap, kotor, dan sering terpapar kontaminan dapat menyebabkan munculnya bau tidak sedap dari dalam tangki. Bau tersebut biasanya berasal dari penumpukan endapan, lumut, bakteri, maupun reaksi kimia akibat kualitas material yang kurang baik.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi higienitas air yang digunakan untuk mandi, mencuci, atau kebutuhan sanitasi lainnya.
Oleh karena itu, cara menghilangkan bau dari dalam tangki air rumah yang tepat untuk memastikan air dalam tangki tetap bersih dan bebas bau.
Cara Menghilangkan Bau dari Dalam Tangki Air Rumah
Untuk menghilangkan bau dari dalam tangki air, langkah pembersihan perlu dilakukan secara menyeluruh dan konsisten.
Pembersihan rutin merupakan kunci utama untuk menghindari terjadinya bau membandel.
1. Menguras Tangki Air Secara Menyeluruh
Air yang tersisa dalam tangki sering menjadi tempat berkumpulnya lumpur, endapan, hingga serpihan kotoran lainnya.
Proses pengurasan harus dilakukan secara total sampai dasar tangki tidak lagi menyisakan cairan yang berpotensi menjadi sumber bau. Tahap ini merupakan dasar perawatan sebelum masuk ke proses pembersihan inti.
2. Menyikat Dinding Tangki Air hingga Bersih
Dinding tangki menjadi area yang mudah ditumbuhi lumut dan biofilm. Penyikatan dengan sikat lembut membantu menghilangkan lapisan kotoran yang menempel dan mencegah bakteri berkembang. Penggunaan alat yang sesuai diperlukan agar permukaan tangki tidak rusak.
Baca Juga: Memilih Lokasi Pemasangan Tangki Pendam yang Tepat
3. Menggunakan Larutan Pembersih yang Aman
Larutan pembersih seperti baking soda, cuka putih, atau cairan sanitizer khusus dapat membantu menetralkan bau.
Pemilihan larutan perlu mempertimbangkan keamanan agar tidak meninggalkan residu kimia berbahaya. Penggunaan zat pembersih berbahan food grade lebih direkomendasikan untuk menjaga standar higienitas air.
4. Membilas Tangki Air Berulang Kali
Setelah proses pembersihan dilakukan, tahapan pembilasan tidak boleh diabaikan. Pembilasan berulang membantu memastikan tidak ada sisa larutan pembersih yang tertinggal. Pembilasan ideal dilakukan hingga air bilasan tampak jernih dan tidak berbau.
5. Mengeringkan Tangki Sebelum Digunakan Kembali
Tangki yang masih basah dapat memicu pertumbuhan lumut dan menghasilkan bau. Pengeringan bertujuan meminimalkan kelembapan berlebih sebelum tangki diisi ulang. Ventilasi alami terbukti efektif dalam proses pengeringan.
6. Memanfaatkan Air Panas untuk Sterilisasi Ringan
Air panas dapat membantu mengurangi mikroorganisme pada dinding tangki. Metode ini efektif sebagai sterilisasi ringan, terutama untuk tangki yang sering digunakan menyimpan air non-PDAM atau air sumur. Penggunaan air panas perlu menyesuaikan material tangki agar tidak terjadi deformasi.
7. Menutup Tangki Air dengan Rapat
Penutup tangki berfungsi mencegah masuknya debu, serangga, hewan kecil, maupun kotoran lain yang dapat menyebabkan bau. Penutup yang rapat juga membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung yang mendorong pertumbuhan lumut.
8. Memasang Saringan pada Saluran Air Masuk
Saringan pada bagian inlet berfungsi menyaring partikel kasar seperti pasir, daun, dan serpihan lain sebelum masuk ke dalam tangki. Dengan filtrasi awal, risiko penumpukan endapan dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga: Rekomendasi Ukuran Tandon Air untuk Rumah Tangga yang Ideal
9. Membersihkan Tangki Air Secara Berkala
Jadwal pembersihan berkala menjadi langkah preventif yang penting. Rutinitas ini membantu menjaga kondisi tangki tetap higienis dan meminimalkan risiko bau. Frekuensi ideal pembersihan dapat dilakukan setiap 3–6 bulan tergantung sumber air yang digunakan.
10. Mengganti Tangki Air yang Sudah Tidak Layak Pakai
Tangki yang mengalami keretakan, perubahan warna, atau kontaminasi berat berpotensi menjadi sumber bau yang sulit dihilangkan. Pada tahap ini, penggantian merupakan solusi yang lebih efektif untuk menjaga kualitas air tetap aman digunakan.
Penyebab Bau Tidak Sedap pada Tangki Air Rumah
Bau pada tangki air dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Identifikasi penyebab menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
1. Endapan Kotoran dan Lumpur
Sumber air seperti sumur atau PDAM sering membawa partikel padat yang dapat mengendap di dasar tangki. Endapan yang tidak dibersihkan dalam waktu lama berpotensi mengalami pembusukan dan memicu bau.
2. Pertumbuhan Lumut dan Mikroorganisme
Kelembapan tinggi dan paparan sinar matahari merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan lumut. Mikroorganisme ini menghasilkan aroma tidak sedap dan dapat memengaruhi kualitas air secara keseluruhan.
3. Tangki Air Jarang Dibersihkan
Kurangnya jadwal perawatan membuat tangki rentan menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan kotoran. Tanpa pembersihan rutin, bau biasanya akan muncul secara bertahap dan semakin kuat seiring waktu.
4. Kualitas Air Sumber yang Kurang Baik
Air yang mengandung zat organik, sulfur, atau kontaminan kimia dapat memunculkan aroma yang tidak ideal. Kondisi ini sering dijumpai pada air sumur atau air tanah yang belum melalui proses filtrasi.
Baca Juga: 7 Perbedaan Tangki Air Plastik dan Stainless, Cari Tahu di Sini!
5. Material Tangki Air Tidak Food Grade
Material yang tidak cocok untuk menyimpan air bersih berpotensi bereaksi secara kimia atau menyerap aroma tertentu. Hal ini dapat memengaruhi rasa, bau, dan warna air yang disimpan.
Tips Mencegah Bau Kembali Muncul pada Tangki Air
Setelah bau berhasil dihilangkan, langkah pencegahan perlu dilakukan agar bau tidak muncul kembali dalam waktu dekat.
1. Gunakan Tangki Air Berkualitas
Pemilihan tangki berbahan kuat, aman untuk air bersih, tahan lumut, serta tahan UV akan membantu menjaga air tetap higienis. Material dengan standar food grade direkomendasikan untuk mencegah kontaminasi aroma dan menjaga kestabilan kualitas air.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan Sekitar Tangki
Area sekitar tangki yang kotor, tergenang, atau dipenuhi sampah berpotensi menjadi sumber pencemaran. Kebersihan lingkungan mendukung kualitas air yang disimpan dalam jangka panjang.
3. Lakukan Perawatan Secara Terjadwal
Jadwal inspeksi, pembersihan, dan kontrol sumber air merupakan bagian dari pencegahan komprehensif. Pendekatan terjadwal membantu mendeteksi masalah lebih cepat sehingga risiko bau dapat ditekan.

Gunakan Tangki Air Standar Lucky Polytank untuk Menghilangkan Bau dari Dalam Tangki Air
Bau tidak sedap pada tangki air dapat berasal dari endapan kotoran, lumut, mikroorganisme, kualitas air yang kurang baik, hingga material tangki yang tidak sesuai standar.
Penanganan melalui proses pembersihan menyeluruh serta pencegahan jangka panjang merupakan langkah efektif untuk menjaga kualitas air tetap higienis, aman, dan bebas bau.
Untuk penyimpanan air bersih yang lebih terjamin, Tangki Lucky Standar dari Lucky Polytank menjadi pilihan tandon air yang kuat, higienis, tahan UV, BPA Free serta ideal untuk kebutuhan rumah tangga maupun fasilitas operasional dalam jangka panjang.
Dengan struktur 4 lapisan yang kuat, tangki air Lucky Polytank mampu menahan benturan dan panas, sehingga lebih tahan lama dan stabil untuk penggunaan rumah maupun industri.
Untuk informasi produk dan pemesanan tangki air standar Lucky Polytank, kamu bisa langsung menghubungi tim Lucky Polytank melalui WhatsApp dan dapatkan rekomendasi tandon air yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.