Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.

10 Ciri-Ciri Air Bersih Menurut WHO dan Sumber Air Bersih yang Bisa Digunakan

ciri-ciri air bersih

Table of Contents

Keberadaan air bersih di rumah sangat krusial untuk berbagai kebutuhan, seperti mandi, mencuci baju, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi Lucky People untuk memastikan pasokan air bersih di rumah selalu dalam keadaan optimal. Berbicara tentang air bersih, memang apa ciri-ciri air bersih? 

Beberapa tanda air bersih di antaranya tidak memiliki bau, warna yang keruh, dan tidak berwarna. Ada ciri-ciri lain yang perlu kamu ketahui. Kalau begitu, yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Air Bersih?

Air bersih adalah air yang bebas dari kontaminasi dan layak dikonsumsi. Ini mencakup tidak hanya untuk air minum, tetapi juga untuk berbagai aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan lainnya. Air yang layak untuk dikonsumsi tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti bakteri, virus, logam berat, atau bahan kimia beracun.

Keberadaan air bersih sangat krusial untuk kesehatan karena tubuh manusia terdiri sekitar 60% air. Oleh karena itu, memastikan ketersediaan air yang layak sangat penting. Air bersih tidak hanya menjaga tubuh tetap terhidrasi, tetapi juga mendukung fungsi organ dan sistem tubuh lainnya secara optimal.

Baca juga: Cara Menjaga Kualitas Air di Lingkungan Rumah

Ciri-Ciri Air Bersih yang Aman Dikonsumsi Tubuh

cara menghitung kapasitas tangki air

Melansir laman World Health Organization (WHO), menyebutkan bahwa setidaknya terdapat beberapa ciri-ciri air bersih yang memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi.

Apa sajakah itu? Berikut ulasan mengenai kategori air bersih yang perlu diketahui:

1. Tidak Berbau

Air bersih seharusnya memiliki aroma netral yang tidak mengganggu penciuman. Bau yang tidak biasa atau tidak sedap pada air adalah tanda bahwa air tersebut terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya atau senyawa yang bisa membahayakan kesehatan.

Jika kamu sudah mencium bau tidak sedap, sebaiknya hindari mengonsumsi air tersebut.

2. Tidak Berwarna

Pada umumnya, air bersih seharusnya transparan dan tidak memiliki warna yang kusam atau keruh. Warna pada air biasanya menunjukkan adanya partikel atau senyawa dalam air yang seharusnya tidak ada.

Air yang terlihat keruh atau berwarna dapat mengindikasikan adanya kontaminan yang dapat memengaruhi kualitas air, bahkan membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa kejernihan air yang akan kamu konsumsi.

3. Tidak Berasa

Rasa air bersih seharusnya netral dan tidak memiliki rasa yang aneh atau tidak sedap. Air yang memiliki rasa yang tidak biasa atau tidak enak mungkin mengandung senyawa-senyawa yang tidak aman untuk dikonsumsi.

Jika Lucky People menyadari ada rasa yang aneh, sebaiknya hindari penggunaan air tersebut.

Baca juga: 10 Cara Menghemat Air Bersih yang Mudah Dilakukan di Rumah

4. Tidak Mengandung Kotoran atau Partikel Lain

Air bersih tidak boleh mengandung kotoran atau partikel lain seperti pasir, lumpur, daun, atau serpihan-serpihan lainnya. Partikel-partikel ini dapat mengindikasikan kontaminasi air oleh materi asing yang dapat membahayakan kesehatan.

Memastikan air benar-benar transparan dan bebas dari kontaminan adalah langkah awal yang sangat penting dalam menjaga kualitas air yang kamu konsumsi.

5. Tidak Terasa Lengket Setelah Digunakan

Air bersih juga tidak akan membuat kulit atau pakaian terasa lengket setelah digunakan, seperti saat mandi atau mencuci tangan.

Jika air meninggalkan rasa lengket pada tubuh atau pakaian, ini bisa menjadi tanda bahwa air tersebut tidak bersih.

Air yang membuat tubuh terasa lengket mungkin mengandung senyawa yang tidak sesuai untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

6. Memiliki pH Netral

Tanda berikutnya dari air bersih adalah memiliki kadar pH air yang tidak jauh dari batas netral yakni mencapai angka 6.5 hingga 8.5. Kamu dapat menggunakan pH meter untuk mengukur pH air yang kamu gunakan di rumah.

7. Tidak Mengandung Bakteri atau Pembusukan Zat Organik

Yang terakhir, ciri air yang bersih adalah tidak mengandung bakteri atau mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Salah satu bakteri yang perlu dihindari adalah Escherichia Coli atau yang biasa disingkat sebagai E. Coli, yang biasanya ditemukan di dalam usus makhluk hidup, termasuk manusia.

8. Tidak Menyebabkan Reaksi Alergi atau Iritasi

Ciri tambahan dari air bersih adalah tidak menimbulkan reaksi alergi atau iritasi pada kulit atau mata. Air yang mengandung zat kimia atau kontaminan bisa menyebabkan ruam, gatal, atau iritasi lainnya. Jika air menyebabkan reaksi semacam itu, sebaiknya tidak digunakan dan perlu diperiksa lebih lanjut.

9. Mengandung Mineral Alami

Air bersih memiliki kandungan mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan kalium dalam kadar yang seimbang.

Mineral ini penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal serta memberikan rasa segar saat dikonsumsi.

Sebaliknya, air yang tercemar atau terlalu dimurnikan justru bisa kehilangan unsur mineral penting, sehingga kurang ideal untuk dikonsumsi jangka panjang.

10. Bebas dari Endapan

Air bersih memiliki sifat tidak meninggalkan endapan atau lapisan putih di wadah setelah didiamkan beberapa saat.

Endapan tersebut bisa menjadi tanda adanya kandungan logam berat, garam berlebih, atau bahan kimia yang tidak larut sempurna.

Jika air meninggalkan residu, besar kemungkinan air yang tercemar telah melewati saluran air yang kotor atau terkontaminasi. Oleh karena itu, pastikan air tidak meninggalkan bekas pada gelas, teko, atau peralatan rumah tangga lainnya.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Air Bersih Rumah

Apakah Air Berkualitas Baik Layak Dikonsumsi?

Tidak semua air yang tampak jernih dapat dikatakan aman. Penting untuk memahami ciri air yang layak dikonsumsi berdasarkan standar kualitas dan parameter yang berlaku, sehingga menjaga kesehatan masyarakat tetap terjamin.

Berikut penjelasannya:

1. Memenuhi Standar Kualitas Air

Pastikan air memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan pedoman Kesehatan Republik Indonesia.

Standar ini meliputi pH air, kandungan logam, dan parameter lainnya agar air aman dikonsumsi. Air yang memenuhi standar adalah air yang layak diminum dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

2. Bebas dari Bahan Kimia Berbahaya dan Logam

Air yang mengandung bahan kimia berbahaya atau kandungan logam tinggi dapat membahayakan kesehatan.

Untuk itu, penting memeriksa sumber air dan memastikan tidak salah dalam menilai kualitasnya. Air bersih harus bebas dari zat beracun yang bisa membahayakan tubuh.

3. Tidak Berwarna dan Memiliki pH Air Seimbang

Air yang layak dikonsumsi tidak berwarna dan memiliki pH air yang seimbang sesuai parameter kesehatan.

Perubahan warna atau bau air bisa menjadi tanda pencemaran dari lingkungan atau sumber yang tidak aman.

4. Berasal dari Sumber yang Terjamin

Air yang aman harus berasal dari sumber yang bersih dan terjaga. Sistem sanitasi yang baik dan perlindungan lingkungan sekitar penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Air yang terkontaminasi dari lingkungan dapat berisiko membawa penyakit.

5. Peran Masyarakat dalam Menjaga Kualitas Air

Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan bersama dengan memastikan air yang dikonsumsi memenuhi parameter keamanan.

Memilih sumber air yang tepat dan melakukan pengolahan air sebelum dikonsumsi adalah langkah penting untuk kesehatan jangka panjang.

Sumber Air Bersih yang Dapat Kamu Gunakan

Ada beberapa sumber air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk konsumsi air, sanitasi, pertanian, dan industri.

Beberapa sumber air bersih utama meliputi:

1. Air Tanah

Sumber mata air paling umum digunakan di kawasan pemukiman khususnya perkotaan adalah air tanah. Yang dimaksud air tanah adalah air yang terperangkap di dalam tanah dan batuan di bawah permukaan bumi dengan ciri-ciri mempunyai suspended solids rendah dan dissolved solids tinggi.

Adapun bentuk penggunaan air tanah biasanya diambil melalui sumur bor atau sumur gali, dan digunakan untuk konsumsi manusia, pertanian, dan industri.

2. Air Sungai

Air permukaan bisa berbentuk genangan atau mengalir, seperti laut, danau, atau sungai, dan biasanya tersedia luas di alam.

Kualitasnya bergantung pada wilayah yang dilaluinya, dengan cenderung tidak sebaik air tanah karena kandungan lempung dan materi organik yang lebih tinggi.

3. Air Hujan

Air hujan sering dimanfaatkan ketika sumber air tanah dan permukaan sulit diakses. Dengan menggunakan penampungan air atau tangki air, air hujan dapat ditampung dan disimpan dalam beberapa waktu.

Perlu diketahui bahwa meski secara alami kualitas air hujan cenderung baik, tapi kadar mineralnya tetap kurang. Kemudian kualitas air hujan sangat dipengaruhi oleh tingkat polusi udara di sebuah daerah meliputi debu dan gas.

Kegunaan Air yang Bersih untuk Kehidupan Sehari-Hari

Berikut beberapa kegunaan air bersih yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

1. Konsumsi Sehari-Hari untuk Menjaga Kesehatan

Air bersih, termasuk air mineral, merupakan sumber utama hidrasi bagi tubuh manusia. Air ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi organ, serta mengeluarkan racun melalui keringat dan urine.

Air yang muncul secara alami dari sumber mata air biasanya sudah terfilter oleh proses alami, sehingga memiliki kandungan mineral yang baik untuk tubuh.

2. Memasak dan Menyiapkan Makanan

Kualitas air yang digunakan dalam proses memasak sangat memengaruhi hasil akhir makanan dan minuman. Air bersih diperlukan untuk mencuci bahan-bahan makanan, seperti sayur dan buah, serta memasak makanan agar aman dikonsumsi.

Air yang tidak terkontaminasi bakteri atau zat kimia berbahaya memastikan bahwa makanan tetap sehat dan higienis.

Salah satu kegunaan utama air bersih dalam memasak adalah menjaga nutrisi dalam makanan tetap terjaga, sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang bisa disebabkan oleh air kotor.

3. Menjaga Kebersihan dan Sanitasi

Air bersih sangat diperlukan untuk kegiatan mencuci, mandi, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Setiap hari, manusia membutuhkan air untuk membersihkan diri, mencuci pakaian, hingga membersihkan rumah dari kotoran dan debu.

Cara Membedakan Air yang Baik dan Tidak untuk Pemakaian Sehari-Hari

AspekAir yang BaikAir yang Tidak Baik
WarnaBening, jernih, tidak berwarnaKeruh, kekuningan, atau kecoklatan
BauTidak berbauBau busuk, amis, logam, atau kimia menyengat
RasaTidak memiliki rasaPahit, asin, atau seperti logam
Kandungan zatBebas dari logam berat dan bahan kimia berbahayaMengandung pestisida, logam berat, atau zat kimia
MikrobaBebas bakteri dan virus berbahayaMengandung bakteri, virus, atau parasit

tangki air Lucky Polytank

Gunakan Tandon Air Anti Bakteri Lucky Polytank untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersihmu

Lucky Polytank hadir untuk kamu dan keluarga yang sedang mencari tandon air anti bakteriyang kebersihan serta kualitasnya terjamin tinggi.

Tangki air anti bakteri ini juga menggunakan Polyethylene murni dan pigmen warna berkualitas tinggi yang telah diperkaya dengan pelindung sinar UV.

Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki air memiliki ketahanan yang optimal terhadap sinar UV, yang dapat membantu mempertahankan kecerahan warna dan daya tahan tangki air dalam jangka waktu yang lama.

Sekarang, kamu sudah tahu apa saja ciri-ciri air bersih dan bagaimana cara menghindari air terkontaminasi agar bisa dikonsumsi oleh keluarga dengan aman.

Menggunakan tangki air anti bakteri dari Lucky Polytank bisa menjadi pilihan yang tepat. Yuk kunjungi website Lucky Polytank untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 

Facebook
X
LinkedIn
Telegram

Artikel & Tips Lainnya

Scroll to Top