Whatsapp Chat
Kirim pesan sekarang dan kami akan segera menghubungi Anda.
Search
Close this search box.

Cara Kerja Septic Tank Bio filter dan Komponen Pembentuknya

cara kerja septic tank bio filter

Table of Contents

Salah satu kelebihan septik tank biofilter adalah kemampuannya mengolah air limbah rumah tangga. Berbeda dengan septic tank konvensional yang hanya mengumpulkan limbah dan membuangnya ke saluran pembuangan, septik tank biofilter dapat mengoptimalkan proses pengolahan limbah dengan bakteri pengurai menjadi air yang lebih bersih dan aman untuk dibuang ke air tanah. 

Lalu seperti apa cara kerja bio septic tank biofilter? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

3 Tahap Cara Kerja Septic Tank Bio filter

cara kerja septic tank biofilter

Bagi Lucky People yang akan menggunakan septic tank biofilter di rumah, penting untuk kamu memahami tahapan kerjanya. Tentu agar kamu bisa mempertimbangkan mengapa harus menggunakan jenis septic tank biofilter ini. Kalau begitu, yuk simak cara kerja septic tank biofilter lebih lanjut berikut ini. 

1. Filtrasi Kotoran tahap 1

Pada tahap pertama, limbah kotoran dari rumah tangga akan masuk ke dalam septic tank biofilter. Di dalam septic tank, limbah akan mengalami pemisahan antara limbah padat dan cair. Limbah padat akan tenggelam ke dasar septic tank sementara limbah cair akan naik ke permukaan. 

Setelah proses pemisahan, limbah cair akan diteruskan ke dalam sistem pengolahan biologi. Di sini, mikroorganisme akan mengurai limbah organik dan menghasilkan gas metana. Gas ini akan dikumpulkan dan disimpan di dalam tangki gas untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Selanjutnya, limbah cair yang telah diolah oleh mikroorganisme akan dikirim ke dalam sistem filter mekanik. Di sini, limbah akan disaring melalui media filter plastik untuk menghilangkan partikel-partikel padat.

Baca juga: 4 Penyebab Septik Tank Meledak dan Tips Pencegahannya

2. Filtrasi Kotoran tahap 2

Selanjutnya, limbah cair yang sudah terpisah akan mengalami proses filterisasi menggunakan media sarang tawon sebagai media penyaring

Setelah proses filterisasi, air limbah akan mengalami proses pengendapan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan organik yang masih ada. Hasil dari proses pengendapan ini akan diteruskan ke tahap selanjutnya yaitu proses pengolahan biologi. 

Tahap berikutnya, air limbah akan mengalami proses pemurnian dengan menggunakan filter karbon aktif. Filter ini ini akan menyerap berbagai bahan berbahaya yang masih ada dalam air limbah. Setelah proses pemurnian selesai, air limbah akan menjadi air bersih yang aman untuk dibuang.

3. Netralisasi dan Penguraian Limbah Kotoran

Pada tahap ketiga, limbah yang sudah difilter akan masuk ke dalam ruang netralisasi. Di dalam ruang ini, bakteri baik akan terus bekerja untuk menguraikan limbah organik yang tersisa sehingga air limbah menjadi lebih bersih dan aman untuk dibuang ke air tanah. 

Setelah air limbah melewati ruang netralisasi, air limbah akan mengalir ke dalam sistem pengolahan akhir. Di dalam sistem ini, air limbah akan melewati beberapa tahap pengolahan seperti penyaringan, dan pengendapan.

Jika proses pengolahan selesai, air limbah akan melewati katup yang berisi tablet kaporit, sehingga limbah sudah bebas dari bakteri. Di sini, kualitas air limbah harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika kualitas air limbah tidak memenuhi standar, maka proses pengolahan harus diulangi sampai air limbah mencapai kualitas yang diinginkan.

Baca juga: 7 Cara Pemasangan Septic Tank Bio Filter

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Septik Tank Biofilter

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja septik tank biofilter mulai dari kondisi lingkungan hingga sistem komponennya. Berikut penjelasannya.

1. Kondisi Suhu

Suhu lingkungan memainkan peran penting dalam aktivitas mikroorganisme yang terlibat dalam proses penguraian limbah di dalam biofilter. Suhu yang rendah dapat menghambat aktivitas mikroba dan mengurangi laju dekomposisi limbah, sedangkan suhu yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas mikroba namun juga dapat menyebabkan penurunan oksigen terlarut di dalam sistem.

2. Keseimbangan pH

Keseimbangan pH yang tepat penting untuk menjaga kondisi lingkungan yang optimal bagi mikroorganisme dalam biofilter. Perubahan drastis dalam pH dapat mengganggu aktivitas mikroba dan mengurangi efisiensi penguraian limbah.

3. Kepadatan Mikroorganisme

Kepadatan mikroorganisme dalam biofilter merupakan faktor kunci dalam proses penguraian limbah. Jumlah dan jenis mikroba yang hadir akan mempengaruhi efisiensi penguraian limbah dan kualitas air yang dihasilkan.

tangki air Lucky Polytank

4. Konsentrasi Limbah

Konsentrasi limbah yang masuk ke dalam septik tank biofilter dapat memengaruhi kemampuan sistem untuk mengolah limbah secara efisien. Oleh karena itu konsentrasi limbah yang tinggi dapat membebani sistem dan menyebabkan penurunan kinerja.

5. Bahan Baku dan Media Filtrasi

Jenis bahan baku yang digunakan dalam pembuatan biofilter dan media filtrasi yang digunakan dapat mempengaruhi kinerja sistem. Media filtrasi yang cocok akan meningkatkan efisiensi penghilangan bahan pencemar dan memfasilitasi pertumbuhan mikroorganisme yang menguntungkan.

6. Kondisi Hidraulis

Aliran air yang masuk dan keluar dari septik tank biofilter harus diatur sedemikian rupa untuk memastikan kontak yang optimal antara limbah dan mikroorganisme dalam biofilter. Kondisi hidraulis yang tidak tepat dapat mengurangi efisiensi penguraian limbah.

7. Cara Perawatan dan Pemeliharaan

Tingkat perawatan dan pemeliharaan yang diberikan pada sistem juga dapat mempengaruhi kinerja septik tank biofilter. Pembersihan berkala, penggantian media filtrasi yang aus, dan pemantauan kualitas air limbah adalah langkah-langkah yang penting untuk memastikan kinerja optimal.

Dengan memperhatikan dan mengelola faktor-faktor ini dengan cermat, kamu dapat memastikan septik tank biofilter beroperasi dengan efisien dan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan dalam pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan.

Baca juga: 4 Penyebab Septic Tank Bocor yang Jarang Diketahui dan Cara Pencegahannya

Perbedaan Utama Septik Tank Biofilter dan Septik Tank Konvensional

Berikut adalah perbedaan utama antara septik tank bio filter dan septik tank konvensional

1. Proses Pemrosesan Limbah

Septik tank konvensional: menggunakan proses pemisahan dan penguraian limbah secara anaerobik (tanpa udara) untuk mengendapkan padatan dan menguraikan sebagian besar limbah organik. Limbah yang terurai akan dibuang ke drainase atau saluran pembuangan lainnya.

Septik tank bio filter: meski juga menggunakan proses anaerobik, namun memiliki tambahan media filtrasi seperti kerikil atau serat yang berfungsi untuk menyerap dan menguraikan limbah organik yang tersisa secara aerobik (dengan udara) sebelum air disaring ke dalam tanah.

2. Efisiensi Pengolahan Limbah

Septik tank konvensional: Dinilai kurang efisien dalam menguraikan limbah organik secara menyeluruh, sehingga ada potensi lebih tinggi untuk memancarkan limbah yang tidak terurai ke lingkungan.

Septik tank bio filter: Dengan tambahan media filtrasi dan proses penguraian aerobik yang terjadi di dalam bio filter, septik tank ini cenderung lebih efisien dalam menguraikan limbah organik, sehingga menghasilkan air yang lebih bersih sebelum dibuang ke lingkungan.

3. Kinerja dan Dampak atas Lingkungan

Septik tank konvensional: Cenderung memberikan dampak lingkungan yang lebih besar karena potensi lebih tinggi untuk membuang limbah yang tidak terurai ke saluran pembuangan atau perairan tanah.

Septik tank bio filter: Memberikan dampak lingkungan yang lebih rendah dan dapat membantu meningkatkan kualitas air tanah di sekitarnya.

Dengan demikian, septik tank bio filter umumnya dianggap sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam pengolahan limbah daripada septik tank konvensional.

Baca juga: Fungsi Sumur Resapan pada Septic Tank dan Tips Perawatannya yang Efektif

Komponen Utama Septik Tank Bio Filter

Komponen Utama Septik Tank Bio Filter

1. Inflet

Inflet adalah komponen yang bertanggung jawab untuk memasukkan limbah rumah tangga ke dalam septik tank bio filter yang akan diolah oleh sistem. Bagian ini memungkinkan air kotor dan limbah untuk masuk ke dalam tangki, di mana proses biologi dan filtrasi akan berlangsung.

2. Pipa Cek/Kuras

Berikutnya adalah pipa cek atau pipa kuras berperan penting dalam memudahkan proses pemeliharaan dan pengurasan septik tank bio filter. Pipa ini biasanya terletak di bagian atas atau dekat tutup tangki, memungkinkan akses yang mudah untuk membersihkan atau menguras tangki.

3. Pipa Disinfektan

Pipa disinfektan bertugas untuk memasukkan bahan disinfektan ke dalam septik tank bio filter. Fungsinya adalah untuk membunuh atau mengurangi jumlah mikroorganisme patogen yang mungkin ada dalam limbah domestik.

4. Pipa Ventilasi

Pipa ventilasi adalah komponen yang memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam septik tank bio filter. Fungsinya adalah untuk mencegah penumpukan gas berbahaya, seperti gas metana, di dalam tangki.

5. Outlet

Outlet merupakan bagian di mana air yang telah melalui proses pengolahan di dalam septik tank bio filter dapat keluar. Oleh karenanya, air yang keluar melalui outlet seharusnya telah diolah sedemikian rupa sehingga kualitasnya memenuhi standar keamanan lingkungan.

Tips Perawatan Bio Septic Tank yang Tepat

Tips Perawatan Bio Septic Tank

Merawat septik tank dengan baik dan benar adalah kunci untuk menjaga sistem pembuangan limbah rumah tangga berfungsi dengan optimal dan mencegah masalah yang dapat merugikan. Berikut adalah beberapa cara merawat septic tank yang baik dan benar:

1. Jangan Buang Bahan Kimia Berbahaya

Hindari membuang bahan kimia berbahaya seperti pelarut, cat, minyak bekas, dan obat-obatan ke dalam saluran pembuangan rumah tangga. Bahan-bahan ini dapat merusak bakteri septic tank yang penting untuk proses penguraian limbah.

2. Hindari Pembuangan Benda Padat

Selain pembuangan bahan kimia berbahaya, jangan pula membuang benda-benda padat seperti tisu, pembalut, kapas, dan produk lainnya ke dalam toilet atau saluran pembuangan. Alasannya adalah benda-benda padat dapat menyumbat saluran pembuangan dan menghambat proses dekomposisi limbah di septic tank.

3. Gunakan Toilet dengan Bijak

Gunakan toilet dengan bijak dengan cara menghindari membuang banyak air sekaligus. Terlalu banyak air dalam waktu singkat dapat mengalir ke septic tank dan mengganggu proses penguraian limbah. Perbaiki juga toilet yang bocor segera untuk mengurangi volume air yang masuk ke dalam septic tank.

Baca juga: Ciri-Ciri Air Sumur yang Tercemar Septik Tank dan Solusinya

Jaga Lingkungan Kamu dari Pencemaran dengan Septic Tank Bio Filter

Septic Tank Bioseptic 800 liter

Salah satu upaya paling mudah untuk menjaga lingkungan dari pencemaran limbah adalah dengan menggunakan septic tank bio filter. Kehadirannya dapat membantu kamu mengolah limbah manusia sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarmu.

Apakah Lucky People makin yakin akan menggunakan septic tank tersebut di rumah? Demi menjaga lingkungan rumah tetap bersih, menggunakan septic tank bio filter menjadi hal yang bisa kamu pertimbangkan. 

Yuk kunjungi website Lucky Polytank untuk mendapatkan septic tank bio filter tersebut. Kamu bisa  hubungi Minky juga untuk bertanya lebih lanjut. 

Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Picture of Lucky Polytank

Lucky Polytank

Lucky Polytank telah lama dikenal sebagai produsen terkemuka tangki air berkualitas di Indonesia. Dengan komitmen terhadap inovasi dan standar kualitas yang tinggi, Lucky Polytank terus menghadirkan solusi tangki air terbaik yang memenuhi kebutuhan rumah tangga dan komersial dengan sempurna.

Scroll to Top